Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai New
Media dan perubahan perilaku
masyarakat tepatnya pada era seperti sekarang ini yaitu era
globalisasi. Pengertian dari New Media
itu sendiri yakni sebuah teknologi baru yang muncul dan melekat dalam kehidupan
masyarakat. Yang termasuk dalam komponen New
Media yakni: Handphone, computer ataupun laptop, dan internet. Selain
sangat melekat di kalangan masyarakat, new media ini juga memiliki dampak bagi
semua kalangan masyarakat.
Menurut salah seorang pakar Ilmu komunikasi Van Dijk
menyatakan bahwa salah satu bagian dari New
Media adalah “Network Society”. “Network society” adalah formasi sosial
yang berinfrastuktur dari kelompok, organisasi dan komunitas massa yang
menegaskan bentuk awal dari organisasi dari segala segi (individu, grup,
organisasi, dan kelompok sosial). Dengan kata lain, aspek mendasar dari formasi
teori ini adalah semua yang memiliki hubungan yang luas secara kolektifitas.
Chapter ini pada intinya membahas mengenai hubungan
antara media baru dengan masyarakat. Seperti adanya media-media baru yang kini
berkembang yaitu facebook, youtube, dan media lainnya. Serta adanya
komunitas-komunitas baru yang berkembang di masyarakat dengan menggunakan media
baru ini.
New Media merupakan suatu alat sebagai sarana komunikasi yang
dimana saling berinteraksi,berpendapat, tukar informasi,mengetahui berita yang
melalui saluran jaringan internet serta informasinya selalu terbaru secara
kilat dan juga lebih efisien ringkas memberikan informasi kepada pembaca/khalayaknya.
New Media sangat berbeda jauh dengan
media konvesional seperti radio, televisi,media cetak,media massa dll, dan
jangan di sama ratakan dengan media konvensial. New Media jelas memiliki kecepatan melakukan sebuah interaksi,lebih
efisien, lebih murah, lebih cepat mendapatkan sebuah informasi terbaru dan
terupdate informasinya. Kehadiran New
Media memang memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas
setiap harinya. Namun terkadang masyarakat terlalu terlena dengan kemudahan
yang telah diberikan oleh New Media sehingga
dapat menimbulkan perubahan perilaku yang memberi dampak positif maupun dampak
negatif bagi masyarakat itu sendiri.
Dalam dunia industri misalnya, kecanggihan mesin
semakin memacu produktifitas perusahaan. Di sisi lain, canggihnya mesin mulai
menggeser peran para pekerja di pabrik-pabrik, sehingga ancaman pengangguran
menjadi sesuatu yang ditakuti oleh semua orang. Kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi serta temuan-temuan barunya yaitu internet yang juga menyisakan
efek positif dan efek negatif. Di sisi positif internet memudahkan kita mencari
semua informasi yang kita butuhkan misalnya tentang seputar kesehatan,
pendidikan, teknologi, bahkan tentang bisnis dan segalanya yang kita butuhkan.
Kemajuan teknologi telah memberikan alternatif
kemudahan dalam penyampaian materi pembelajaran. Buku cetak misalnya sekarang
ini digantikan dengan e-book. Ratusan buku dapat dibawa hanya melalui sebuah
layar monitor tablet atau laptop. Berbagai ragam program komputer menawarkan
fasilitas-fasilitas bagi seorang guru dan juga peserta didik dalam proses
pembelajaran, misalnya pembelajaran berbasis e-learning; dan seterusnya.
Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk
pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan
bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana
standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung
menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah
ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa
yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan
oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat
masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya
mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain.
Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh
media dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan
bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.
Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap
diri seorang firgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh
dari media. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan
dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan
rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya. Hal tersebut
diatas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda.
Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus
menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan
jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi
sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari
tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi
bila tayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat
ditonton oleh anak-anak.
Dampak yang ditimbulkan media bisa beraneka ragam
diantaranya terjadinya perilaku yang
menyimpang dari norma-norma sosial atau
nilai-nilai budaya. Di zaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal
tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend
massa kini. Selain itu juga, perkembangan media yang teramat pesat dan dapat
dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.
Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin
meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media apalagi dengan
munculnya media elektronik sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa
diliputi prerasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba instant. Gaya hidup
seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada dalam diri kita
dikemudian hari.
Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang
menyajikan begitu banyak unsur-unsur kenikmatan dari pagi hingga larut malam
membuat menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut
terlihat bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam
kehidupan masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya
oleh media dalam menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan
nasional maupun dari luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita
sebagai bangsa timur.
Hadirnya New
Media dan penemuan-penemuan baru yang akan membantu memenuhi kebutuhan
manusia hendaknya juga jangan menjadi ketergantungan bagi kita para
penggunanya. Teknologi yang diciptakan untuk di perdayakan oleh manusia sebaiknya
jangan digunakan untuk semua keperluan. Kesimpulannya kita jangan sampai di
perdayakan oleh teknologi. Artinya jika suatu saat teknologi itu rusak atau
hilang, maka kita jangan mengikuti untuk menyerah. Kita seharusnya mencari
alternatif lain pengganti teknologi itu.
New Media seharusnya digunakan untuk memaksimalkan kualitas
hidup seseorang dan memaksimalkan kinerja dari orang-orang itu sendiri. Justru
dengan adanya teknologi, seorang lebih bisa mengeksistensikan dirinya sebagai
seseorang yang berhasil menggerakkan kreatifitas dan kemandirian dalam diri
seseorang tersebut yang berhasil memanfaatkan teknologi dengan baik dalam
kehidupannya.
Pihak dari media juga harus lebih memperhatikan
rubrik yang akan disajikan dan sebaiknya menyajikan rubrik yang mendidik
sehingga dapat memberi pengaruh yang positif bagi masyarakat.
Referensi:
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London.
http://mypinkaddicted.blogspot.co.id/2012/04/pengaruh-internet-terhadap-perilaku.html
0 komentar:
Posting Komentar