Selasa, 07 Juni 2016

Resume Understanding Social Media and Internet

A.    Media Sosial
Media sosial begitu populer pada masa sekarang ini, hal itu bisa dilihat dengan begitu banyaknya pengguna dan sosial media baru yang bermunculan.  Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisiradio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Sosial media secara umum bisa di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online. Di media sosial kamu bisa saling berinteraksi dengan pengguna lain, atau mungkin malah menjalin hubungan bisnis dengan orang dari berbagai kalangan. Di zaman sekarang ini media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang, mereka seperti orang kecanduan yang akan merasa aneh bila sehari saja tidak menggunakan situs berbagi informasi ini.
Media sosial yang notabene-nya buatan Mark Zuckerberg ini memang menduduki peringkat pertama media sosial yang paling banyak di gunakan di dunia. Siapa yang tidak mengenal Facebook, hampir setiap orang pasti mengetahui dan menggunakannya. Kemudian selang beberapa waktu baru mmunculah Twitter, Path, Instagram, dan semacamnya. Karena sebagian besar masyarakat hanya menggunakan sosial media yang populer, maka sering kali hanya kelompok media sosial populer yang dianggap sebagai media sosial. Melihat kasus tersebut maka dikatakan sebenarnya media sosial sudah ada semenjak adanya internet yang memiliki sifat inclusive dan dapat dismpulkan bahwa setiap orang dapat saling  berhubungan dengan pengguna internet yang lain di seluruh dunia.
Secara singkat sosial media diartikan sebagai semua aplikasi berbasis web yang memungkinkan untuk penciptaan/bpertukaran yang dimana penggunanya menghasilkan konten dan memungkinkan untuk melakukan interaksi antara pengguna.

Contohnya pada jaringan sosial situs (Facebook, Friendster, Google Plus), Blog, forum internet, situs Bookmarking, situs komunitas online dan Q&A situs dll, sehingga saat ini dapat dikatakan bahwa sosial media sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindarkan
dalam kehidupan kita (inevitable) disukai atau tidak, kita sekarang hidup di era sosial media. Berikut beberapa bentuk perkembangan media sosial dari tahun ke tahun:
1.  The phreaking era (1950an – awal 90an)
2.  Bulletin board systems (1979-1995)
3.  Commercial online services (1979-2001)
4.  The world wide web (sebelum 1991)
5.  IRC, ICQ and instant messeger (1983-1996)
6.  Peer-to-peer (P2P), BitTorrent – “social” media sharing (1999)
7.  Social networking sites (1997-2008)
8.  Social bookmarking (1996-2003)
9.   Blogs (1994-1999)
10. Real time & location-based social networking (2008 - sekarang)
11. The future of social media

B.     Internet
Internet merupakan singkatan dari interconnection-networking, yang artinya adalah jaringan yang saling terhubung. Secara lengkap, internet bisa didefinisikan sebagai sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Pada awalnya internet adalah jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Jaringan tersebut dibentuk untuk tujuan militer dan hanya menghubungkan 4 situs saja, yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, internet menjadi terbuka untuk masyarakat luas, dan akhirnya menjadi media komunikasi dan informasi yang paling utama di seluruh dunia.
Pada jaman dahulu internet merupakan hal yang sudah dilupakan. Bahkan orang-orang yang memiliki komputer pun sudah tidak pernah ‘berselancar’ di dunia maya tersebut. Tapi, setelah diteliti kembali, internet merupakan suatu revisi media massa yang didasarkan pada ide-ide dan merupakan suatu teknologi mediasi. Yang mana melalui penggunaan komputer sebagai teknologi komunikasi baru akan membuka ruang bagi para penguna untuk memikirkan kembali asumsi dan kategori, dan mungkin bahkan untuk mencari wawasan baru tentang teknologi komunikasi tradisional. Internet juga dikatakan bisa memperluas dunia dan mempersempit dunia. Dikatakan dapat memperluas dunia karena siapa pun dan di mana pun dapat dengan mudah menawarkan produknya kepada siapa pun dan dimanapun orangnya di belahan dunia lainnya. Internet juga disebut-sebut memiliki fungsi. Fungsi lainya dari internet adalah memperluas jaringan, semakin banyak orang yang terkoneksi dalam jaringan Internet, berarti semakin banyak manfaat yang dapat diambil dari jaringan tersebut. Distribution channel juga dikatakan sebagai salah satu fungsi internet untuk produk digital seperti software musik, video, informasi, tiket pesawat terbang atau pertunjukkan, jasa perantara, perusahaan asuransi, dan data penelitian, semua dapat disebarkan melalui Internet. Time Moderator juga dikatakan sebagai salah satu dari fungsi internet dengan memiliki kemampuan untuk memperpendek sekaligus memperpanjang waktu.
Fungsi internet yang lainnya adalah:
 Information Asymmetry Shrinker
Satu pihak mempunyai informasi, sedangkan pihak lain sebagai partnernya tidak mempunyai informasi. Internet dapat membantu mengurangi kesenjangan ini melalui asimetri informasi. 
Infinite Virtual Capacity
Internet memiliki kapasitas yang tidak terbatas. Semua orang dapat menyimpan data di dalamnya dan internet tidak akan kehabisan tempat penyimpanan. Gordon More (More’s Law) dari Intel memprediksikan bahwa setiap 18 bulan kemampuan prosesor komputer akan berlipat dua sedangkan harganya cenderung tetap.
Low Cost Standard
Internet relatif mudah dan murah diadopsi serta diakses oleh mayoritas orang-orang. Pembiayaan Internet jauh lebih murah dibandingkan dengan komunikasi jarak jauh lainnya.
Creative Destroyer
Dengan segala kemudahan yang ditawarkannya, internet juga menjadi “pembunuh” aplikasi yang telah ada. 
Transaction-Cost Reducer
Internet dapat menurunkan biaya transaksi atau biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual dan pembeli. Internet juga memudahkan mencari informasi produk, memfasilitasi negosiasi antarkoresponden, penandatanganan kontrak, menghemat transportasi bagi pembeli dan penjual.

Minggu, 05 Juni 2016

Review Trend of Information and Communication Technology

Pada hari kamis, 26 Mei 2016 saya mengikuti mata kuliah Teknologi Komunikasi dengan pembahasan tentang Trend of Information and Communication Technology. Perkembangan teknologi memang sudah berkembang begitu pesat ditambah lagi dengan adanya internet yang membuat segala hal menjadi lebih mudah.

Pada bagian awal saya hendak bercerita tentang John Naisbitt, penulis buku Megatrends 2000. Seorang futuris yang mendeskripsikan secara jelas tentang apa saja perubahan-perubahan besar yang terjadi di tahun 2000 lalu. Perubahan yang sudah kita rasakan bersama sekarang, perubahan yang sepertinya masih layak saya tuangkan dalam tulisan singkat ini. Tentu saja buku tersebut sudah usang jika kita baru membacanya sekarang. Saya hanya ingin mencoba mengingat-ingat kembali dari salah satu futurolog terkenal itu yang ramalannya dipenuhi riset-riset mendalam dan lengkap, dipenuhi ribuan data dari tim kerja yang lengkap dan di publikasi dalam industri penerbitan. Buku ini dapat menggambarkan "seperti apa" masa depan dunia? Pertama, komputer akan menghuni setiap rumah yang mana melahirkan istilah informasi global, pada tahun 2000-an memang belum begitu banyak rumah yang memiliki komputer didalamnya namun seiring berkembangnya waktu ramalan itupun terwujud dan budaya visual akan mengambil alih dunia. Pengambilalihan itu digambarkan John Nasibitt dengan kematian novel (setelah diadaptasi jadi film), kematian koran (diganti tv atau internet) dan kematian iklan baris. Kedua, jaringan yang ada membuat setiap orang saling terhubung dengan mudah dengan komputer yang terhubung dengan jaringan ini hubungan yang dilakukan antara orang-orang akan menjadi semakin mudah dan Naisbitt juga menambahkan bahwa "perluasan wilayah ekonomi" tidak lagi ditentukan berdasarkan negara melainkan domain ekonomi. Naisbitt melihat dunia akan ditentukan "ilmu ekonomi" bukan cengkraman ilmu politik.

Ketiga, pada bagian ini mengibaratkan komputer layaknya TV, komputer dianggap memiliki kemampuan untuk menonton berita secara online atau pertandingan kompetisi olahraga secara online, dan Naisbitt juga menambahkan komputer akan dianggap sebagai media massa era terbaru, yakni menggantikan media cetak. Media elektronik lebih baik dibandingkan media cetak karena media elektronik dapat memuat hal-hal tentang multimedia yang dapat memberikan kita gambaran kondisi yang terjadi secara cepat dan tepat. Keempat, pada bagian ini menjelaskan bahwa kemajuan teknologi komunikasi akan mengakibatkan aktivitas manusia yang menggunakan kertas akan berkurang karena tanpa kertas kegiatan yang dilakukan terasa lebih praktis dan menjaga kelestarian lingkungan atau dikenal dengan konsep peperless. Naisbitt telah memprediksikan hadirnya zaman digital, di tahun 1982. Saat ini terbukti bahwa  komputer di dunia saling berhubungan satu sama lain melalui suatu jaringan yang disebut internet, komputer yang kita gunakan saat ini juga mampu melakukan berbagai kemampuan dalam berbagai media, dan sekarang jumlah orang yang membaca majalah secara fisik semakin berkurang karena majalah telah berpindah ke dalam komputer atau internet. Semua hal yang diprediksikan Naisbitt telah menjadi kenyataan.

Pada tahun 1997, Bill Gates menyatakan bahwa: “Kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang akan senantiasa merubah cara kita belajar, bekerja, bergaul, dan berbelanja. Teknologi tersebut akan mempengaruhi dan lebih merasuk pada cara hidup kita yang tidak dapat kita kenal sebelumnya.” Kemudian di tahun 2007, Gates berkata lagi, "Ponsel akan menjadi PC (Personal Computer) dan PC akan menjadi ponsel”. Kedua prediksi Bill Gates tersebut menjadi kenyataan dan kita sedang mewujudkan prediksi itu. Sekarang dalam melakukan semua hal kita melakukannya melalui internet yang hanya bermodalkan ponsel  kita, tidak mesti menggunakan komputer. Prediksi dan mimpi Bill Gates telah menjadi kenyataan dan masih kita jalani hingga saat ini, dan hal tersebut dapat terbukti dengan mimpi Bill Gates yang menginginkan setiap satu orang memiliki komputer.  
Teknologi komunikasi modern memiliki beberapa ciri yang menjadi karakteristik mereka, sebagaimana yang diungkapkan Bill Gates pada Mei 2008 di Jakarta, yaitu:
  1. Convergence. Konvergensi adalah penyatuan antara teknologi. Teknologi yang tadinya terpisah-pisah, dengan fungsi-fungsi tersendiri, sekarang disatukan menjadi satu teknologi. Contoh yang mudah kita lihat adalah salah satu produknya, sebagai hasil perkembangan terkini pada teknologi mobile. Handphone yang kita miliki sekarang bisa melakukan fungsi kalkulator, juga bisa untuk menonton siaran TV, mendengarkan siaran radio, membaca surat kabar online, menerima dan mengirim e-mail, memotret, merekam suara, merekam gambar video, selain tentunya untuk menelepon dan mengirim SMS. Pengombinasian fungsi-fungsi dari beberapa piranti ke dalam satu mekanisme ini disebut juga konvergensi piranti (device convergence). 
  2. Connectedness. Connectedness merupakan suatu keadaan dimana sesuatu dapat terhubung dimana pun, kapan pun, dengan media apa pun. Contoh yang mudah kita lihat adalah Bluetooth karena hanya dengan mendekatkan perangkat telepon, kita sudah bisa melakukan transfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
  3. Natural Interface. Natural interface adalah alat yang menghubungkan manusia dengan teknologi, yang berkembang sesuai dengan kemampuan manusia untuk memberi perintah. Seiring berjalannya waktu dan terutama melalui gelombang revolusi era ini, perangkat keras akan semakin menghilang dari kehidupan sehari-hari kita. Teknologi akan menjadi ‘tambahan’ dalam kehidupan kita sehingga membuat gaya hidup kita semakin empowered tanpa memberikan beban tambahan. Sebagai contoh, Google Glass memiliki tujuan untuk membebaskan kita dari perlunya berinteraksi dengan dunia sebuah komputer personal, namun dengan melalui lapisan antarmuka yang tidak mengganggu pada penglihatan kita. Ini adalah fungsi teknologi sebagai pendukung bagi fungsi alamiah manusia.
  4. Paperless. Paperless adalah suatu usaha mengurangi pemakaian kertas, namun bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali. Karena kita hampir tidak mungkin (atau masih belum?) hidup tanpa kertas dalam kegiatan sehari-hari. Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) beberapa tahun ini gencar disuarakan oleh para aktivis pecinta lingkungan. Reduce yang artinya mengurangi penggunaan, Reuse yang artinya untuk menggunakan kembali, dan Recycle yang artinya untuk mengolah kembali. Paperless merupakan bagian dari wujud Reduce. Di Indonesia sendiri, beberapa media massa terkenal mulai menyediakan Koran Digital atau e-paper yang isinya sama persis dengan versi cetaknya. Misalnya Kompas, Republika, Tempo, dll. Ada yang berbayar, adapula yang masih menggratiskannya.
  5. End-user application. Teknologi sekarang dimaksudkan agar langsung digunakan oleh pengguna paling akhir. Teknologi yang berkembang saat ini begitu mudah untuk digunakan bahkan tanpa buku panduan biasanya seseorang sudah mampu menggunakan teknologi yang digunakannya. Bisa dilihat dari keadaan saat ini dari mulai yang muda hingga yang tua semua mampu dalam menggunakan handphone.

Perkembangan teknologi informasi yang demikian pesat telah mengaburkan banyak batasan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah berpengaruh besar bagi bangsa Indonesia terutama dari hal penyebaran informasi ke orang banyak. Di sisi lain, berbagai ancaman harus selalu diwaspadai bagi bangsa Indonesia karena banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakannya. Kita harus bijak dalam menggunakannya dan jangan menggunakan sarana teknologi untuk berbuat kejahatan entah itu menipu atau mencemarkan nama baik karena di dunia maya juga sudah diatur hukumnya.


Jumat, 01 April 2016

Hilangnya Masa Kecil Anak-anak Zaman Sekarang

Children and New Media berfokus pada penggunaan media baru oleh anak-anak. Anak-anak merasakan manfaat dengan adanya media baru terutama pada permainan komputer dan budaya online, sekaligus menjadi orang yang paling berisiko terkena dampak perkembangan media baru. Bab ini melihat penggunaan media baru oleh anak-anak ketika memiliki waktu luang, di dalam rumah, dan dalam kelompok sebaya dengan pertimbangan sosial yang beragam pada berbagai kelompok anak-anak, serta pertimbangan edukasi dalam penggunaan media baru oleh orang tua dan anak di rumah.
Tema ini penting untuk dibahas dalam kajian teknologi komunikasi di Indonesia karena anak-anak pada masa kini memiliki kecakapan yang baik dalam menggunakan teknologi bahkan melebihi orang tuanya. Norton Online Family Report 2010 mengungkapkan, 96% anak-anak Indonesia merasakan pengalaman negatif ketika online. Sementara masih terdapat kesenjangan antara persespsi orang tua dengan kegiatan dan perilaku online anak-anak sebenarnya. Akibatnya adalah anak-anak yang online tanpa didampingi orang tuanya akan terpapar konten-konten tidak layak yang beredar di media baru. Dengan mempelajari chapter ini kita dapat mengetahui manfaat media baru dalam konteks penggunaan oleh anak-anak serta implikasi media baru bagi pengalaman anak-anak. Media baru merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Istilah New Media baru muncul pada akhir abad 20 yang dipakai untuk menyebut sebuah media baru yang menggabungkan media-media konvensional dengan Internet. Dan tak dapat dipungkiri lagi New Media membawa dampak bagi kehidupan sosial masyarakat, entah itu positif atau negatif. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai hilangnya masa kecil anak-anak bersama teman-temannya karena pengaruh dari new media.
Seiring dengan mudahnya mendapatkan piranti dalam menikmati media baru, membuat semua orang berlomba untuk memilikinya. Banyak dari mereka yang digunakan untuk kebutuhan yang menunjang kegiatan pekerjaan mereka. Misalnya saja pegawai sebuah instansi yang membutuhkan gadget canggih nan berkelas untuk digunakannya mengerjakan tugas kantor secara mobile dimana saja dan kapan saja secara mudah, bahkan mereka dapat dengan mudah saling berbagi dan menyelesaikan tugas bersama dimana saja. Atau juga mahasiswa yang membutuhkan gadget sebagai sarana berkomunikasi dengan rekan satu kelompoknya untuk saling mengingatkan dalam mengerjakan tugas rumah.
Rupanya bukan hanya kalangan dewasa saja yang menggunakan piranti canggih ini, Banyak sekali orang tua yang memang sengaja memberikan piranti ini kepada anak-anak mereka. Alasan mereka pun bermacam namun rata-rata itu karena kesibukan mereka sehingga berpikir agar anak tidak kesepian dirumah maka dibelikanlah piranti itu sebagai sarana bermain.
Dan ternyata sebagian besar anak-anak pun memang menggunakan gadget tersebut untuk bersenang-senang. Terlebih kini banyak sekali situs penyedia games dan aplikasi yang dapat diunduh secara gratis sebut saja Google Play, Apptoko, uptodown dan lain sebagainya. Tidak jarang pula dengan akses internet yang diberikan satu paket dengan perangkat itu memungkinkan penyalahgunaan terhadap internet begitu besar. Belum lagi dampak secara sosial, misalnya membuat anak-anak penggila gadget ini kurang bersosialisasi secara nyata bahkan cenderung antisosial.

Dengan berkembangya new media secara cepat ternyata hal tersebut mempengaruhi kehidupan anak-anak pada zaman sekarang, anal-anak zaman sekarang seperti kehilangan masa kecil yang seharusnya mereka dapatkan dibandingkan hanya menghabiskan waktu bermain dengan gadget yang dimilkinya. Hilangnya masa kecil anak-anak zaman sekarang dapat dilihat dengan membandingkan cara bermain anak kecil jaman sekarang dengan anak kecil tahun 90-an. Dan faktanya sekarang, anak-anak kecil itu sudah mengerti dengan hal-hal berbau masalah cinta atau biasa disebut pacaran. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak sekarang itu pada titik kehilangan masa-masanya. Pertama, disebabkan karena acara-acara penayangan film/tv yang non edukatif. Dan penayangan tersebut ditayangkan saat jam-jam yang mudah untuk ditonton oleh anak-anak. Yang kedua, banyaknya lagu-lagu tentang percintaan yang beredar luas, dan juga bermunculnya boyband/girlband yang masih dibawah umur yang mana mereka membawakan lagu-lagu tentang percintaan. Dan yang terakhir adalah kemajuan teknologi yang semakin pesat, hal ini dapat dilihat dari gadget yang mereka miliki seperti handphone, internet, permainan atau tablet-tablet touch yang menawarkan aplikasi terdepan dengan harga murah. Sehingga banyak anak kecil zaman sekarang yang sudah memegang handphone penuh untuk dirinya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan anak-anak kecil pada tahun 90an. Yang mana disetiap hari liburnya terutama hari minggu itu sudah jadwal film kartun disetiap channel. Penayangan kartun tersebut juga sampai siang hari jam 12.00 dari pagi jam 05.00 WIB. Akan tetapi pada masa kini film-film tersebut bagaikan hilang ditelan bumi. Sudah jarang sekali channel tv yang menyediakan film-film kartun. Namun kenyataannya sekarang film-film kartun tersebut berubah menjadi acara-acara musik orang dewasa. Dan didalam acara musik itu pun sudah pastinya berisi lagu-lagu dewasa yang berunsur dengan cinta. Saat ini banyak dijumpai anak-anak kecil yang sudah mulai menyanyikan lagu yang tidak pantasnya mereka nyanyikan. Apalagi banyak lagu sekarang yang mengandung makna kata-kata yang tidak sesuai dengan umurnya. Dan sudah banyak sekali anak-anak SD yang tidak hapal dengan lirik lagu anak-anak malah mereka lebih hapal dengan lagu-lagu cinta. Apalagi sudah banyaknya media social seperti facebook, twitter, dll. Dan ditambahnya handphone yang sekarang banyak anak-anak yang sudah memegang paten handphone dari sang orang tua. Yang makin mempermudah komunikasi terhadap orang-orang yang disukainya. Makanya jangan heran dengan anak kecil sekarang apabila dia sudah berkata pengen punya pacar, atau sudah bilang sudah punya pacar. Ada halnya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh siswi kelas 6 SD di Bengkulu. Ia mencoba berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara lompat dari tower tersebut hal ini dilakukannya karena cintanya ditolak oleh orang yang disukainya. Bayangkan saja baru anak SD bisa dikata masih anak bau kencur sudah berani mengambil tindakan seperti itu tanpa berpikir panjang lagi. Dengan kemajuan tehnologi yang semakin pesat ini membuat anak-anak makin kehilangan masa-masa kecilnya. Yang mana pada masa-masa itu sedang asyiknya bermain dengan teman-teman sebayanya. Dan hal ini direbut oleh barang-barang tehnologi semacam Blackberry, Tab, dan Internet. Sudah jarang sekali pada jaman sekarang anak-anak yang bermain lari-larian kesana-kemari. Bermain permainan tradisional yang sekarang sudah hampir punah seperti, benteng, Asean, Tapak Gunung, Bola bekel, dan lain sebagainya. Anak-anak jaman sekarang lebih suka bermain di warnet atau sekedar mengumpul dengan teman-temannya sambil membicarakan social media. Bahkan hal ini berdampak buruk mereka sebagai ajang memamerkan barang-barang tehnologi yang mereka punya. Dan malah menyusahkan orang tuanya karena permintaan barang yang sama dengan temannya. Untuk itu, para orang tua sangat berperan aktif untuk mengawasi anak-anaknya, jangan diberikan dulu barang teknologi yang sudah sangat canggih pada saat usianya masih dini. Karena dengan memeberikan barang tersebut akan membuat anak semakin manja dan tidak mandiri. Lalu juga lebih diperhatikan dengan acara-acara tv yang sering ditonton oleh sang anak. Bimbing anak itu, beritahu hal yang benar atau tidak. Sebaiknya juga para orang tua (suami-istri) harus lebih menjaga sikap kelakuan untuk bermanja-manja antar istri-suami didepan anak-anak mereka. Dan sangat tolong diperhatikan tentang aqidahnya, akhlaknya selama ini. Apakah ada pergeseran. Kalau ada, adakan evaluasi, berikan pendekatan prefentif kepada anak. Jadilah sahabat mereka. Berikan pelayanan, bukan pukulan! Cinta dan kasih sayang adalah harapan mereka, karena cinta dari orang tua, maka ia akan lebih terjaga. Menanamkan aqidah dari sejak dini, akhlak nabawiyah, adalah pondasi pokok untuk anak-anak.

Referrensi: Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006. Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of ICTs. Sage Publication Ltd.

Kamis, 24 Maret 2016

Efek Penggunaan Internet Terhadap Komunitas Virtual yang Akan Menggeser Komunitas Organik


Berbicara mengenai pembahasan dalam Chapter 4 tentang  Perspective on Internet Use: Access, Involvement an Interaction dalam buku Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of ITCs karangan Leah A. Lievrouw, dalam Chapter ini berfokus pada perspektif penggunaan internet dalam hal akses serta keterlibatan interaksi yang terjadi di dalamnya. Seiring dengan peningkatan akses di Amerika, hal tersebut justru memicu banyak perubahan sosial. Adopsi yang cepat ini membawa serta cara-cara baru untuk mencari dan mendistribusikan informasi, berkomunikasi dengan orang lain, masyarakat serta menghasilkan jual beli barang, produk budaya dan jasa, yang secara alami menimbulkan berbagai macam masalah politik dan budaya yang baru. Bab ini meninjau penelitian yang relevan pada isu-isu utama - akses, sipil, politik, keterlibatan masyarakat, interaksi sosial dan bentuk-bentuk ekspresi - dengan mengelompokkan argumen dan hasil ke dalam bentuk perspektif pesimis dan perspektif optimis.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai efek penggunaan internet terhadap komunitas virtual yang akan menggeser komunitas organik. Banyak yang berpendapat bahwa cyberspace tidak bisa menjadi sumber komunitas yang nyata dan dapat mengurangi arti penting komunitas di dunia nyata (Beniger, 1988; Gergen, 1991; Kiesler et al., 1984; Stoll, 1995; Turkle, 1996).
Perkembangan teknologi ditandai dengan adanya new media dan komunitas. New media dan komunitas atau masyarakat saling berkaitan erat. New media sendiri memiliki karakteristik yaitu terdapat konten yang di digitalisasi dan bersifat interaktif ( McQuail ). Contoh : komentar pada jejaring sosial facebook terhadap status seseorang.  Digitalisasi disini berarti bahwa isi dari satu medium dapat ditukarkan dengan medium yang lain ( Negroponte ). Medium tersebut contohnya hard copy dalam media bisa diubah menjadi sebuah soft copy dan bisa berlaku sebaliknya.
Perkembangan new media dan komunitas sendiri terbagi menjadi tiga gelombang yang pertama yaitu pada masa awal adanya penelitian media penelitian tersebut lebih terfokus kepada media, komunitas dan yang paling menjadi fokus adalah identitas seseorang. Identitas disini maksudnya adalah media bukan hanya berfungsi sebagai penyebar informasi tetapi juga sebagai alat menentukan dan mengubah identitas seseorang. Misalnya cosmopolitan (mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas)  dan lokalitas. Kemudian perkembangan media dilanjutkan gelombang kedua dimulai dari zaman munculnya TV sekitar tahu pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an yang memunculkan ‘media komunitas’. Gelombang terakhir perkembangan new media pada masa sekarang ditandai dengan munculnya  Komunitas virtual atau cyber society.
Komunitas virtual adalah suatu bentuk komunikasi yang dilakukan individu ataupun khalayak menggunakan media yang disebut teknologi dan komunikasi virtual ini  dicetuskan oleh Rheingnold. Komunitas virtual biasanya terbentuk dari adanya minat, tujuan dan kepentingan yang sama dari sebagian besar orang, contohnya: facebook, twitter, blogger, situs game online dan lain-lain. selain komunitas virtual terdapat juga komunitas organik beda yang mencolok yaitu jika di komunitas virtual seseorang tidak menunjukan siapa dirinya yang sebenarnya melainkan lebih menunjukan minat yang dimiliki seseorang dalam komunitas. Dalam komunitas virtual seseorang dapat memalsukan identitas dirinya serta dapat merubah perilaku sesuai dengan yang diingikannya sehingga kita sulit untuk mengetahui karakter yang sesungguhnya ( sifat tidak alami). Contohnya, seseorang dalam kehidupan sehari-harinya atau berada dalam komunitas organik, dia lebih sering berdiam diri atau belum bisa mengekspresikan dirinya kepada orang lain, tetapi ketika dia berada diruang komunitas virtual atau dunia maya dia lebih aktif dalam mengekspresikan dirinya tanpa ada yang menghamabat dirinya untuk melakukan apapun atau tidak sesuai dengan aslinya dalam dunia nyata atau komunitas organik.
Komunitas virtual ini sebenarnya mempunyai beberapa manfaat yang baik untuk para penggunanya. Misalnya saja pada contoh kasus yang sudah diterangkan bahwa seseorang yang berada di dalam komunitas virtual dengan mudah dia bisa mengekspresikan dirinya atau dia bisa terbuka tentang dirinya atau tidak malu untuk mengungkapkan siapa dirinya. Selain itu dengan adanya komunitas virtual atau interenet, kita bisa lebih mempererat silahturahmi kita dengan kerabat yang jauh,contohnya kita bisa berkomunikasi melalui fitur yang ada di internet seperti facebook, yahoo, skype, twitter dan banyak lagi dengan mudah dan instan tanpa membuang-buang waktu yang lama. Bukan itu saja, komunitas virtual juga dijadikan sebagai informasi yang cepat. Contohnya saja ada berita-berita terkini yang terjadi di negara sendiri maupun terjadi di dunia, biasanya informasi tersebut bisa tersebar luas secara cepat melalui komunitas virtual ini.  Kemudian, dengan komunitas virtual kita bisa dengan mudah mencari bahan-bahan yang ingi kita pelajri dengan mudah dan cepat. Dan kita juga bisa berbisnis melalui media internet ini atau komunitas virtual, contohnya seperti online shop yang hanya dengan mengupload gambar atau foto barang yang ingin dijual jika ada yang sesuai dengan permintaan pasar maka barang tersebut bisa terjual dengan cepat, dan ini sangat efektif buat orang – orang yang sibuk,  atau tidak mempunyai waktu untuk berbelanja.
Sedangkan dalam komunitas organik orang-orangnya dicirikan oleh ikatan yang kuat di antara anggota mereka. Ikatan yang kuat ini terjadi karena mereka selalu bertatap muka dengan intens di dunia nyata, sehingga mereka lebih bisa mengenali karakteristik masing-masing individu dalam proses komunikasinya, sehingga mereka mampu menjalin hubungan yang kuat.
Terlepas dari penjelasan sebelumnya tentang perkembangan teknologi dan kaitan antara media dan komunitas pada dasarnya teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Teknologi lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Tetapi justru yang terjadi saat ini teknologi dapat juga merugikan manusia. Segala perkembangan yang ada di dunia ini tentu memiliki dampak, begitu juga dengan kehadiran teknologi (media) yang tentu saja memberikan berbagai aspek yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Adanya teknologi (media) pasti selalu membawa implikasi baik dampak positif maupun negatif. Dampak negatif inilah yang perlu perhatian lebih karena dapat merusak suatu tatanan penting.
Dampak negatif tersebut diantaranya yaitu teknologi baru ditakutkan akan dijadikan sebagai alat potensial untuk propaganda politik, televisi dan film, apalagi, diduga mampu merusak tatanan masyarakat, deformasi pikiran muda dan merendahkan warisan budaya.
Schement membedakan dua elemen dalam perspektif pesimisme, yaitu hubungan primer dan sekunder. Dalam komunitas primer atau yang biasa disebut komunitas organik masyarakat saling mengenal satu sama lain dan dapat berinteraksi dengan media apapun. Sedangkan, pada komunitas sekunder atau yang biasa dikenal komunitas virtual, masyarakat yang terlibat dalam komunitas tersebut belum tentu saling kenal atau bahkan belum perah bertemu langsung.
John Seely Brown mengatakan rasa tanggung jawab dalam komunitas virtual dinilai kurang, ini terjadi karena minimnya hubungan primer antar anggota sehingga dapat menyebabkan tindakan-tindakan ceroboh yang tidak bertanggung jawab, bahkan menimbulkan perilaku anti-sosial (1995: 12).
Dari segi perspektif optimis banyak pihak yang berargumen bahwa keterlibatan masyarakat di dunia dunia maya dapat membentuk alternatif masyarakat yang senilai harga dan gunanya dengan masyarakat yang secara jasmani kita ketahui keberadaannya—komunitas organik (Rheingold, 1993). Stone (1991) sendiri menganggap manusia mungkin menggunakan komunitas di dunia maya untuk menghindari paksaan dan ketidakadilan di kehidupan nyata yang tanpa media. Daripada dilihat sebagai manusia yang tidak memiliki kelompok, komunitas ini menghindarinya dengan membentuk suatu bentuk interaksi person-to-person daripada ikut-ikutan menggunakan interaksi door-to-door.
Sebagian besar manusia sekarang sudah memiliki alat pengakses internet yang dapat dibawa ke mana pun baik dalam bentuk tablet ataupun smartphone. Dikehidupan sehari-hari tampak community involvement dari perspektif pesimistislah yang mendominasi. Kita dapat melihat bagaimana ketika kita pergi ke suatu tempat misalnya rumah makan, orang-orang lebih memilih sibuk mengakses internet padahal di tempat yang sama ada teman mereka yang lebih dekat. Atau bahkan dengan kita sadari ataupun tanpa kita sadari kita juga merupakan salah satu orang yang ternyata lebih aktif di cyberspace (dunia maya) daripada dunia nyata.

Jadi kita harus sebisa mungkin menggunakan komunitas virtual ini ketika kita memang harus menggunakannya, jangan sampai manfaat positif dari komunitas virtual ini bisa berubah menjadi dampak negatif bagi pengguna komunitas virtual yang dapat menyebabkan menghilangnya komunitas organik. Dan kita jadikan saja komunitas virtual ini menjadi ajang atau sarana untuk saling bertukar informasi dan kita juga harus berhati-hati tentang data diri kita yang ada di internet, karena bisa saja hal tersebut disalahgunakan oleh tangan-tangan jail. Apalagi sekarang sudah banyak berita-berita tentang kejahatan yang berada di dunia maya. Jadi kita harus tetap memaksimalkan bertemu dengan orang lain selagi kita masih mampu untuk bertemu. Agar komunitas organik sendiri masih tetap bisa untuk dipertahankan.



Referensi: 
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006. Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consequences of ICTs. Sage Publication Ltd.

Jumat, 18 Maret 2016

Kehadiran New Media dan Perubahan Perilaku Masyarakat


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai New Media dan perubahan perilaku masyarakat tepatnya pada era seperti sekarang ini yaitu era globalisasi. Pengertian dari New Media itu sendiri yakni sebuah teknologi baru yang muncul dan melekat dalam kehidupan masyarakat. Yang termasuk dalam komponen New Media yakni: Handphone, computer ataupun laptop, dan internet. Selain sangat melekat di kalangan masyarakat, new media ini juga memiliki dampak bagi semua kalangan masyarakat. 
Menurut salah seorang pakar Ilmu komunikasi Van Dijk menyatakan bahwa salah satu bagian dari New Media adalah “Network Society”. “Network society” adalah formasi sosial yang berinfrastuktur dari kelompok, organisasi dan komunitas massa yang menegaskan bentuk awal dari organisasi dari segala segi (individu, grup, organisasi, dan kelompok sosial). Dengan kata lain, aspek mendasar dari formasi teori ini adalah semua yang memiliki hubungan yang luas secara kolektifitas.
Chapter ini pada intinya membahas mengenai hubungan antara media baru dengan masyarakat. Seperti adanya media-media baru yang kini berkembang yaitu facebook, youtube, dan media lainnya. Serta adanya komunitas-komunitas baru yang berkembang di masyarakat dengan menggunakan media baru ini.
New Media merupakan suatu alat sebagai sarana komunikasi yang dimana saling berinteraksi,berpendapat, tukar informasi,mengetahui berita yang melalui saluran jaringan internet serta informasinya selalu terbaru secara kilat dan juga lebih efisien ringkas memberikan informasi kepada pembaca/khalayaknya. New Media sangat berbeda jauh dengan media konvesional seperti radio, televisi,media cetak,media massa dll, dan jangan di sama ratakan dengan media konvensial. New Media jelas memiliki kecepatan melakukan sebuah interaksi,lebih efisien, lebih murah, lebih cepat mendapatkan sebuah informasi terbaru dan terupdate informasinya. Kehadiran New Media memang memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas setiap harinya. Namun terkadang masyarakat terlalu terlena dengan kemudahan yang telah diberikan oleh New Media sehingga dapat menimbulkan perubahan perilaku yang memberi dampak positif maupun dampak negatif bagi masyarakat itu sendiri.
Dalam dunia industri misalnya, kecanggihan mesin semakin memacu produktifitas perusahaan. Di sisi lain, canggihnya mesin mulai menggeser peran para pekerja di pabrik-pabrik, sehingga ancaman pengangguran menjadi sesuatu yang ditakuti oleh semua orang. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta temuan-temuan barunya yaitu internet yang juga menyisakan efek positif dan efek negatif. Di sisi positif internet memudahkan kita mencari semua informasi yang kita butuhkan misalnya tentang seputar kesehatan, pendidikan, teknologi, bahkan tentang bisnis dan segalanya yang kita butuhkan.
Kemajuan teknologi telah memberikan alternatif kemudahan dalam penyampaian materi pembelajaran. Buku cetak misalnya sekarang ini digantikan dengan e-book. Ratusan buku dapat dibawa hanya melalui sebuah layar monitor tablet atau laptop. Berbagai ragam program komputer menawarkan fasilitas-fasilitas bagi seorang guru dan juga peserta didik dalam proses pembelajaran, misalnya pembelajaran berbasis e-learning; dan seterusnya.
Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain.
Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang firgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya. Hal tersebut diatas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda.
Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila tayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak.
Dampak yang ditimbulkan media bisa beraneka ragam diantaranya  terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial  atau nilai-nilai budaya. Di zaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.
Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media apalagi dengan munculnya media elektronik sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa diliputi prerasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba instant. Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada dalam diri kita dikemudian hari.
Rubrik dari layar TV dan media lainnya yang menyajikan begitu banyak unsur-unsur kenikmatan dari pagi hingga larut malam membuat menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut terlihat bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam kehidupan masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya oleh media dalam menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan nasional maupun dari luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita sebagai bangsa timur.
Hadirnya New Media dan penemuan-penemuan baru yang akan membantu memenuhi kebutuhan manusia hendaknya juga jangan menjadi ketergantungan bagi kita para penggunanya. Teknologi yang diciptakan untuk di perdayakan oleh manusia sebaiknya jangan digunakan untuk semua keperluan. Kesimpulannya kita jangan sampai di perdayakan oleh teknologi. Artinya jika suatu saat teknologi itu rusak atau hilang, maka kita jangan mengikuti untuk menyerah. Kita seharusnya mencari alternatif lain pengganti teknologi itu.
New Media seharusnya digunakan untuk memaksimalkan kualitas hidup seseorang dan memaksimalkan kinerja dari orang-orang itu sendiri. Justru dengan adanya teknologi, seorang lebih bisa mengeksistensikan dirinya sebagai seseorang yang berhasil menggerakkan kreatifitas dan kemandirian dalam diri seseorang tersebut yang berhasil memanfaatkan teknologi dengan baik dalam kehidupannya. 

Pihak dari media juga harus lebih memperhatikan rubrik yang akan disajikan dan sebaiknya menyajikan rubrik yang mendidik sehingga dapat memberi pengaruh yang positif bagi masyarakat.



Referensi: 
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006,  Handbook of New Media : Social Shaping and Social Consquences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. 
http://mypinkaddicted.blogspot.co.id/2012/04/pengaruh-internet-terhadap-perilaku.html






 

Assignment Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang